Persiapan Matang Menjawab Tes Psikotes Arsitek

Profesi drafter atau juru gambar adalah orang yang mempunyai keahlian menggambar berupa sketsa maupun outline menjadi rangkaian gambar utuh. Lain dengan arsitek yang memiliki ide desain yang akan digunakan untuk membuat karya fisik 3D. Dalam arsitektur, drafter dan arsitek masing-masing memiliki peran yang berbeda.

Sama halnya dengan seleksi kerja di bidang lain, proses recruitment tenaga arsitektur tak jarang melalui proses psikotes dan wawancara. Tak terkecuali untuk asisten arsitek atau drafter. Selain halnya materi, Anda harus memiliki persiapan matang menjawab tes psikotes drafter hingga persiapan mental ketika proses wawancara. Hal yang harus disiapkan adalah pengetahuan tentang dunia arsitektur serta kemampuan menjawab jenis pertanyaan yang akan diajukan oleh pihak HRD.

Umumnya pertanyaan yang diajukan selama interview seleksi tenaga arsitektur antara lain;

  • Ceritakan seputar diri Anda?

Pertanyaan ini seringkali dilontarkan pertama kali. Menjawabnya, Anda tidak akan mengisahkan asal-usul, keluarga, usia atau kelahiran Anda dengan detail. Yang paling tepat adalah menjelaskan kelebihan dan kekurangan yang ada pada diri Anda. Katakan dengan jujur dan tidak bertele-tele.

  • Apa yang Anda ketahui tentang perusahaan ini?

Cukup sering diajukan, pertanyaan ini menuntut seberapa concern Anda terhadap eksistensi perusahaan. Anda pun sebaiknya sudah melakukan investigasi terlebih dahulu dengan googling ataupun mendatangi perusahaan secra langsung.

  • Apa kelebihan Anda di bidang arsitektur?

Dapat digunakan untuk menarik perhatian HRD, berbagai kelebihan yang relevan dapat membuka peluang Anda untuk diterima di perusahaan tersebut. Jelaskan to the point dan hindari membahas hal yang tidak relevan.

  • Anda punya kerabat dalam perusahaan?

Pertanyaan macam ini juga sering diajukan. Yang perlu Anda ketahui adalah pertanyaan semacam ini bisa jadi jebakan dimana ada perusahaan yang menerapkan kebijakan tertentu seputar hal ini. cari tahu dahulu, bagaimana peraturan yang digunakan.

  • Punya pengalaman kerja di bidang arsitekstur?

Untuk pertanyaan ini, hanya jawaban jujur yang sebaiknya Anda berikan.

  • Ingin gaji berapa?

Tergolong pertanyaan sensitive, Anda pun harus rasional dan bijak menjawabnya. Temukan info standar gaji perusahaan dan sesuaikan dengan nilai Anda.

  • Ada Pertanyaan?

Biasanya menjadi pertanyaan terakhir, Anda dapat memanfaatkannya sebagai nilai plus. Tanyakan sesuatu yang dapat menarik perhatian HRD sehingga mereka yakin bahwa Anda adalah orang yang dibutuhkan oleh perusahaan.

Dengan mengetahui beberapa pertanyaan di atas, maka persiapan Anda dalam mengikuti proses seleksi wawancara dan psikotes menjadi lebih baik sehingga peluang untuk diterima bekerja juga semakin besar.

Related posts: